Penyebab Kanker kolorektal

Penyebab Kanker kolorektal

Penyebab Kanker kolorektal 

Kanker kolorektal atau juga disebut kanker kolon adalah kanker yang tumbuh dalam kolon, rektum dan appendiks, dilaporkan menyebabkan kematian sekitar 65.000 per tahun diseluruh dunia.

Penyebab Kanker kolorektal

Kanker ini sering dijumpai pada urutan nomer empat diantara jenis kanker lainnya di Amerika dan penyebab kematian nomer tiga di Eropa. Kanker yang berbentuk jamur ini tumbuh dari kanker polip adenoma didalam kolon, tetapi kadang berkembang menjadi malignan setelah beberapa lama. Lokasi kanker biasanya terdiagnosis melalui kolonoskopi.

Kanker yang invasiv yang terlihat dalam dinding kolon (TNM fase I dan II) dapat disembuhkan dengan operasi. Bila dibiarkan kanker akan menyebar ke kelenjar limfe (fase III), dimana fase ini juga dapat diobati dengan operasi dan khemotherapi.

Kanker yang bermetastasis ke lokasi yang lebih jauh (fase IV) biasanya sulit disembuhkan, walaupun dengan pengobatan khemoterapi mungkin dapat disembuhkan, begitu pula dengan cara radiasi. Pada tingkat seluler dan molekuler, kanker kolon rektal dimulai dari jalur “Wnt signal”.

Pada waktu Wnt melekat pada reseptor sel, ikatan tersebut membentuk ikatan rantai molekuler yang berakhir dengan gerakan β-catenin masuk kedalam nukleus dan mengaktifkan DNA gen. Pada kanker kolon-rektal ini gen sepanjang untaian rantai tersebut rusak.

Etiologi Berbagai resiko yang diduga menyebabkan terjadinya penyakit kanker kolorektal adalah: umur, adanya polip pada kolon, riwayat individu, keturunan keluarga, kebiasaan merokok, diet, kebiasaan minum alkohol dan beberapa faktor lainnya.

  • Umur: Resiko berkembangnya penyakit kanker kolorektal meningkat dengan bertambahnya umur. Kebanyakan kasus terjadi pada umur 60 dan 70 an, sedangkan kasus dibawah umur 50 an jarang terjadi kecuali mempunyai riwayat keluarga yang menderita kanker lebih awal.
  • Adanya polip pada kolon: terutama adanya polip adenomatus mempunyai resiko terjadinya kanker kolon. Pengambilan polip pada kolon pada saat dilakukan kolonoskopi mengurangi resiko terjadinya kanker kolon.
  • Sejarah kanker pada individu: Seseorang yang sebelumnya terdiagnosis dan telah diobati kanker kolon mempunyai resiko terjadinya kanker kolon dikemudian hari. Wanita yang mempunyai kanker pada ovarium, uterus atau payudara mempunyai resiko tinggi terjadinya kanker kolorektal.
  • Riwayat keturunan: seseorang yang mempunyai riwayat keluarga, terutama keluarga dekat menderita kanker tersebut pada umur sekitar 55 tahun akan menderita kanker kolon. Juga pada riwayat keluarga menderita polip “familial adenomatous polyposis”/ (FAP) karier, mempunyai resiko mendekati 100% berkembang menjadi kolorektal bila tidak segera dioperasi. Begitu juga riwayat “hereditary nonpolyposis colorectal cancer” (HNPCC) atau Lynch syndrom dan Gardner syndrom.
  • Kebiasaan merokok: Perokok mempunyai resiko menderita kanker kolorektol yang menyebabkan kematian daripada tidak perokok. Masarakat kanker Amerika melaporkan bahwa wanita perokok beresiko 40% meninggal karena menderita kanker kolorektal daripada non-perokok. Sedangkan pria lebih dari 30% meningkatkan kematian karena kanker kolorektal dari pada pria yang tidak merokok.

Faktor Lain

  • Diet: Hasil penelitian melaporkan bahwa kebiasaan makan daging merah (daging sapi, kambing dan ruminansia lainnya) dan sedikit/kurang mengkonsumsi buah segar, sayuran, daging ayam dan ikan meningkatkan resiko menderita kaker kolorektal. Tetapi dugaan tersebut masih menjadikan polemik.
  • Asam lithocholic: asam lithocolic adalah asam empedu yang bertindak serupa detergen untuk melarutkan lemak sehingga mudah diserap. Zat tersebut dibuat dari asam chenodeoxycholic oleh bakteri dalam kolon. Bahan tersebut diimplikasikan sebagai bahan yang karsinogenik baik pada manusia maupun hewan.
  • Kurang olahraga: individu yang berolahraga teratur beresiko rendah terhadap kanker kolorektal. – Infeksi virus: infeksi virus terutama virus HPV erat hubungannya dengan kanker kolorektal – Faktor lingkungan: Individu yang tinggal dan bekerja didaerah industri meningkatkan resiko menderita kanker kolorektal
  • Dan berbagai penyebab lain termasuk pengaruh hormon.
Tulisan ini dipublikasikan di seputar kanker. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *